Selasa, 18 April 2017

7 Akibat Inilah yang Akan Terjadi Jika Membentak Anak, No 5 Membuat Anda Jera

SUMBER : Koleksi Pribadi
Apa tindakan anda jika anak nggak nurut? Menasehati atau membentak atau mungkin memukulnya. Aduh jangan sampai ya...! Anak adalah penerus atau pewaris orangtua. Ada banyak angan dan cita terukir indah di hati orangtua untuk anak-anaknya. Namun sayang, sadar atau tidak kita sering berperilaku kasar padanya. Menyesal mungkin tapi jika anak sudah mulai membandel, semua penyesalan seakan dilupakan. Lalu membentak lagi mukul lagi... menyesal lagi. Ah... apa guna penyesalan jika dilakukan lagi.... dan lagi...

Lalu apa yang bisa anak anda perbuat? Mau protes... Pasti anda akan lebih marah dengan membentak –bentaknya lagi. Mau balas... Mungkin saja terlintas pada diri anak namun dia pasti berpikir tenaganya tak cukup melawan orang dewasa. Apa yang bisa anak anda lakukan? Apalagi kalau bukan menangis dan terus menangis. Menangis karena sakit hati atas yang dirasakannya bukan rasa sakit pada badannya. Lalu entah karena risih atau malu dengan tetangga, anda akan lebih melakukan kekasaran-kekasaran lain dengan harapan anak diam. Astagfirulllah... semoga hanya segelintir orangtua yang melakukan hal ini!


Tidak sedikit kekerasan pada anak malah terjadi di lingkungan terdekatnya. Lingkungan yang seharusnya memberikan kasih sayang padanya. Lingkungan yang seharusnya memberikan perlindungan dan rasa aman padanya. Tapi malah jadi momok paling menakutkan pada diri anak. Semoga kita sebagai orangtua dapat menghindarinya ya... Karena tahukah ayah bunda.. semua tindak kekerasan walaupun itu hanya sekedar membentak saja akan berdampak buruk untuk anak sekarang dan masa depannya nanti. Berikut beberapa dampak buruk akibat anak sering mendapatkan bentakan yang pasti membuat anda betul-betul menyesal:

1. Membentak Dapat Menyebabkan Kerusakan Otak Anak.

SUMBER : mamaezidan.blogspot
Dalam kepala anak terdapat lebih dari 10 triliun sel otak yang siap tumbuh. Satu kali anda membentak anak akan membunuh lebih dari 1 milyar otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membantu kecerdasan lebih dari 10 triliun saat itu juga. Padahal dalam sehari mungkin tidak cukup satu kali ya dalam membentak anak. Apalagi jika anak lagi banyak gaya kadang seharian kita habiskan untuk ngomel melulu. Tentang inilah... itulah...Seolah anak tak ada benarnya. Padahal kadang anak malah nggak nurut jika diomeli melulu. ya nggak? Sekarang Ada tinggal pilih. Mau pilih anak anda cerdas atau rusak saraf otaknya? Semua terserah anda. Karena anak tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menerima dampaknya. 
Seperti yang dilansir dari myparenting2u.com bahwa Di dalam kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 triliun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian akan membunuh lebih dari 1 miliar sel otak saat itu juga.

2. Jika Sel Otak Mengalami Gangguan Maka Proses Berpikir Anak Akan Menjadi Terganggu

Gangguan tersebut diantaranya anak tidak bisa menerima informasi dengan baik, lelet sulit mengambil keputusan, tidak bisa membuat perencanaan dan akhirnya tidak percaya diri. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ketika orangtua membentak anak akan merasa ketakutan. Munculnya rasa takut pada diri anak inilah produksi hormon kortisol di otak akan meningkat. hormon kortisol yang tinggi akan memutuskan sambungan-sambungan neoroun atau sel-sel otak pada anak kita. Sehingga sel-sel otak akan cepat mati dan mengakibatkan banyak hal bisa tersebut bisa terjadi termasuk gangguan-gangguan tersebut. Ini sangat buruk untuk masa depan anak. Bagaimana anak bisa sukses dalam hidupnya jika kepribadiannya sangat lemah. Padahal anak mampu membuat perencanaan, mampu mengambil keputusan dan percaya diri sangat dibutuhkan untuk awal kesuksesannya. Namun karena pola asuh anda tidak benar dengan sering membentaknya semua faktor itu mungkin tak akan anda jumpai ada pada dirinya. semoga kita bisa mengontrol diri...
Dokter ahli ilmu otak dari Neuroscience Indonesia Dr.Amir Zuhdi mengatakan banyak hal yang bisa terjadi jika sel-sel otak anak mengalami gangguan. diantaranya proses berpikir anak menjadi terganggu, sulit mengambil keputusan, anak tidak bisa menerima informasi dengan baik, tidak bisa membuat perencanaan, hingga akhirnya tidak memiliki kepercayaan diri
3. Tidak Hanya Otak Organ Penting Lain Pun Juga Ikut Terganggu

Ah.. tidak bisa dibayangkan satu kali saja membentak anak ada banyak organ penting anak akan mengalami gangguan. Padahal ketika kita sedang marah apa cukup membentak satu kali saja. Yang jelas puluhan kata keras, memojokkan dan merendahkann anak meluncur dengan sendirinya tanpa kita sadari. Semakin anak tertekan dan terguncang batinnya kerusakan akan lebih parah. Efeknya tidak hanya kejiwaannya yang terganggu tapi juga kesehatannya. Apa ini mau anda?
Seorang peneliti di sebuah Fakultas kedokteran Chicago bernama Lise Glio tmengungkapkan, “orang tua harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Karena marah juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya” 
4. Anak akan Mudah Tersingggung, Curiga, Daya Juang Lemah dan Pola Pikirnya negatif Lainnya
Mengapa demikian? Hal ini terjadi anak anda gagal tumbuh secara mental. Kegagalan itu terjadi karena anak mengalami tekanan batin akibat bentakan, makian atau hal-hal lain yang membuatnya tak nyaman dan sedih. hal  terjadi karena anda terlalu terburu-buru dala memberikan didikan pada anak. Membuatnya mengerti seolah anak anda sudah seusia kita. Sehingga jika anak tak kunjung menurut kita tak segan membentak atau bahkan merendahkannya. Mungkin anda tak melihat hal itu, karena biasanya anak seperti melupakan kejadian yang telah terjadi sebelumnya dan kemudian riang gembira kembali bersama teman. Tapi tahukah anda setiap kejadian yang dialami akan tetap membekas di hatinya sampai ia dewasa nanti. Sehingga dalam perjalanan hidupnya, anak akan menjadi pribadi mudah mudah tersingggung, curiga, pola pikirnya negatif, daya juang lemah dan cepat putus asa. Ah ini sangatlah tidak bagus untuk karir dan sosialnya, bukan? Jadi mulai sekarang hindari segala hal yang dapat membuatnya sedih dengan sering membentaknya atau kata kasar lainnya.
menurut Dr Hadi Hutomo, Pakar Kota Layak Anak mengatakan bahwa Dalam menyelesaikan setiap permasalahan kerap sekali anak dibentak supaya mau menurut dengan orang tua.Hal itu sangat berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Dampak negatif tersebut diantaranya, anak menjadi mudah tersinggung, mudah curiga, pola pikir negatif, menyalahkan orang lain, cepat putus asa dan daya juang lemah. 
5. Saat Anak Dewasa Mereka akan Beresiko Mengalami Gangguan Kepribadian, dan Bunuh diri

Saat anak dewasa anak akan sering cemas, depresi, gangguan kepribadian, resiko bunuh diri dan aktivitasnya mirip dengan epilesi. Ngeri ya mendengarnya... padahal anak jantung hati kita dan seluruh harapan ada pada nya. Tapi jika dewasa anak mengalami banyak gangguan mental akibat kekerasan yang kita lakukan. Semua harapan mungkin hanya sekedar harapan. Karena bagaimana harapan anda terwujud jika dewasa nanti ia bahkan tak bisa menatap masa depannya sendiri. Hidupnya penuh dengan kecemasan yang berlebihan. Hal-hal sekecil apapun dicemaskannya kemudian membuatnya stress dan depresi berlebihan. Dan jika hal itu dibiarkan terjadi tidak menutup kemungkinan dia akan melakukan hal ekstrim seperti bunuh diri.   
Menurut Martin Teicher, seorang profesor psikiatri di Harvard Medical School bahwa Pada otak anak yang sering dibentak, saluran yang menghubungkan otak kanan dengan otak kiri menjadi lebih kecil. Hal inilah yang mempengaruhi area otak yang berhubungan dengan emosi dan perhatian. Perubahan ini pada saat anak dewasa akan menyebabkan kecemasan, depresi dan gangguan kepribadian, risiko bunuh diri dan aktivitas otak yang mirip dengan epilepsi.
6. Anak yang Sering Dibentak Resiko Menjadi Bipolar.
SUMBER: webconsultas.com
Bipolar adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan suasana hati yang mudah berubah. Kadang semangatnya meletup-letup, tapi kadang juga hilang tak bersisa. Gangguan ini dapat dialami anak dengan persentase sekitar 2-3 %. Semoga anak kita tidak termasuk dalam ciri tersebut. Jika iya mungkin pola asuh kita yang salah ya... karena bipolar tidak hanya terjadi karena faktor genetika dan penyakit. Pola asuh yang mengedepankan kekerasan pun bisa memicu anak terkena bipolar. Kekerasan disini tidak hanya kekerasan fisik saja lho. Kekerasan verbal seperti membentak, merendahkan, atau kata-kata negatif lainnya bisa menyebabkan bipolar. Hal ini terjadi karena ketika anak mendapatkan perlakukan yang tidak menyenangkan akan menyebabkan anak stress. Dan jika anda enggan mengubah pola asuh anda yang salah dengan sedikit-sedikit membentak atau perilaku kasar lainnya secara berkepanjangan. Maka tidak menutup kemungkinan anak bisa mengidap bipolar.
menurut dr. Natalia Widiasih, SpKJ (K), selain faktor genetika dan penyakit, bipolar juga bisa disebabkan oleh pola asuh salah. Utamanya pola asuh yang mengedepankan kekerasan. Kekerasan di sini tidak hanya berupa kekerasan fisik seperti memukul, tapi juga kekerasan verbal 
7. Kejadian-Kejadian yang Dialami Seseorang Ketika Masih Anak-Anak Akan Menentukan Perilaku Orang Tersebut Terhadap Anak-Anaknya.

kejadian-kejadian yang dialami seseorang ketika masih anak-anak akan menentukan sikap atau perilaku orang tersebut terhadap pasangan dan anak-anaknya. Jadi jika anda menggunakan pola yang mengedepankan kekerasan pada anak anda, bisa jadi anak anda akan meniru pola asuh yang anda terapkan pada nya. Jika anda suka membentak, merendahkan anak bahkan memukulnya. Bisa jadi dewasa nanti anak akan membentak, merendahkan bahkan memukul anaknya. Karena kejadian yang dialami anak akan mengendap di alam bawah sadarnya dan secara sadar atau tidak sadar kejadian yang pernah ia alami akan banyak mempengaruhi sikap anak di masa depan. Bisa jadi mata rantai keburukan jika kita tidak berusaha memutuskannya
Pendiri Pusat Studi Komunikasi Bawah Sadar di Indonesia, bu Nunki mengungkapkan bahwa kejadian-kejadian yang dialami seseorang ketika masih anak-anak (usia 0 sampai dengan 10 tahun) akan menentukan sikap atau perilaku orang tersebut terhadap pasangan dan anak-anaknya
Demikianlah resiko yang bisa anak anda alami jika pola asuh salah masih anda terapkan. Jadi mulai sekarang mari sama-sama kita membenahi diri dengan terus dan terus belajar agar semaksimal mungkin mengasuh anak dengan baik tanpa kekerasan. Tanpa bentakan, makian, merendahkan apalagi memukul anak. Karena sungguh semua yang terlanjur kita lakukan dan kita katakan tidak bisa kita ulang kembali seperti berakting di senetron. Yang diulang-ualang sampai menghasilkan akting yang baik. Tapi ini dunia nyata, semua yang sudah terlanjur kita perbuat atau katakan pada anak tidak bisa dirubah dan bahkan akan membekas di sepanjang hidupnya. Maka dari itu berhati-hatilah dalam bertindak dan berkata. Semoga kita dapat menjadi orang tua yang baik!! 

4 komentar:

  1. Bener banget, membentak anak hanya akan menimbulkan trauma panjang. terhadap anak, kita memang melatih kesabaran kita ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak saya pun belum bisa seratus persen dapat menghindar dari kebiasaan membentak anak. Karena kadang ketika anak satu kali dua kali diperingatkan tidak mempan alhasil secara reflek memberikan suara keras padanya. sering nyesel sih... semoga sebagai orang tua semakin bisa sabar ya dalam menghadapi buah hati...

      Hapus
  2. makasih sharungnya, ibu itu hrs sabar ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu walau sulit menurut saya. tapi jika mengingat bahaya yang ditimbulkan untuk anak tersayang sebaiknya hindari membentak anak...

      Hapus

Follower

Contact us

Nama

Email *

Pesan *